Kamis, 16 Februari 2017

Pengembangan E-Learning Dalam Pembelajaran Kimia

Resume Ke-4

Pengembangan E-Learning Dalam Pembelajaran Kimia

Pengertian e-learning pada umumnya terfokus pada cakupan media atau teknologinya. E-learning menurut Gilbert & Jones adalah suatu pengiriman materi pembelajaran melalui suatu media elektronik, seperti internet, intranet/ekstranet, satelite broadcast, audio/video, TV interaktif, CD-ROM dan computer based training (CBT). E-learning juga diartikan sebagai seluruh pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN atau Internet) untuk membantu interaksi dan penyampaian materi selama proses pembelajaran. Urdan dan Weggen menyatakan e-learning sebagai suatu pengiriman materi melalui semua media elektronik, termasuk internet, intranet, siaran radio satelit, alat perekam audio/video, TV interaktif, dan CD-ROM (Anderson, 2005).
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan secara umum e-learning dapat diartikan sebagai pembelajaran yang memanfaatkan atau menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. E-learning adalah kegiatan belajar yang menggunakan internet yang dapat dikombinasikan dengan kegiatan tatap muka yang ada di lembaga pendidikan.E-learning ini juga dapat dikatakan sebagai pembelajaran berbasis web.
Prinsip pembelajaran berbasis web ini, yaitu :
1.        Web Course 
proses aktivitas pembelajaran yang terjadi tanpa tatap muka secara langsung antara pengajar dan peserta didik.web course ini ada 2 macam :
a. synchronize : Pengajar dan peserta didik melakukan pembelajaran dalam waktu yang bersamaan di tempat yang berbeda.
b.Asynchronize : Pengajar dan peserta didik melakukan pembelajaran dalam waktu yang tentukan dan ditempat yang berbeda. Misalnya pengajar bertanya dengan peserta didik, lalu si peserta didik tidak harus menjawab pada saat itu juga akan tetapi bisa di lain waktu.
2. Web Centric Course
Aktivitas pembelajaran yang 50% nya mencakup synchronize dan asynchronize dan 50% nya lagi melakukan aktivitas pembelajaran dengan berinteraksi secara langsung.
3. Web Enhanced Course
Kegiatan tatap muka biasa secara langsung dan dihadiri juga sumber lain misalnya dengan menampilkan video ataupun dengan mengakses sumber lain dari internet pada saat proses pembelajaran.

 
Pengembangan e-learning tidak semata-mata hanya menyajikan meteri pelajaran secara online saja, namun harus komunikatif dan menarik. Materi pelajaran didesain seolah peserta didik belajar dihadapan pengajar melalui layar komputer yang dihubungkan melalui jaringan internet. Secara ringkas, e-learning perlu diciptakan seolah-olah peserta didik belajar secara konvensional, hanya saja dipindahkan ke dalam sistem digital melalui internet. Oleh karena itu e-learning perlu mengadaptasi unsur-unsur yang biasa dilakukan dalam sistem pembelajaran konvensional. Misalnya dimulai dari perumusan tujuan yang operasional dan dapat diukur, ada apersepsi atau pre test, membangkitkan motivasi, menggunakan bahasa yang komunikatif, uraian materi yang jelas, contoh-contoh kongkrit, problem solving, tanya jawab, diskusi, post test, sampai penugasan dan kegiatan tindak lanjutnya.  
 Proses Pengembangan E-learning
Untuk mengembangkan program e-learning ada beberapa tahapan, dimulai dengan: 
1.     Analisis Kebutuhan Tujuan yang diharapkan dicapai oleh suatu lembaga atau organisasi. Contoh: Dosen menerapkan teknologi e-learning. Pada akhir semester prestasi mahasiswa kurang menggembirakan sehingga pimpinan mengambil keputusan bahwa e-learning diganti dengan tatap muka karena e-learning tidak cocok dengan gaya belajar mahasiswa yang bersangkutan. Padahal apabila dianalisis, mahasiswa sangat antusias. Pada kasus ini problem bukan terletak dari pada motivasi menurun atau e-learning kurang tepat, tetapi karena program e-learning tidak terakses disebabkan padatnya jaringan. 
2.     Mendeskripsikan tingkat kinerja/kompetensi yang ingin dicapai Deskripsi ini diperlukan untuk menetapkan materi pembelajaran, yang harus dipelajari sehingga dipersiapkan dengan baik. Langkah ini berarti memilih materi serta pengalaman belajar yang sesuai untuk mendukung pencapaian kompetensi. 
3.     Menetapkan metode dan media pembelajaran Berbagai metode serta media yang biasa digunakan dikelas tatap muka kemungkinan dapat diterapkan juga pada kelas online. 
4.     Menentukan jenis evaluasi untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran Untuk mengukur keberhasilan pembelajaran, evaluasi berupa balikan atau revisi tugas-tugas. Oleh karena itu pendekatan e-learning berupa pembelajaran mandiri, maka pembelajar harus mengevaluasi diri sendiri sehingga mengetahui tingkat keberhasilannya. 

Seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang semakin pesat, kebutuhan akan konsep dan mekanisme belajar mengajar berbasis TI menjadi tidak terelakkan lagi. Konsep yang kemudian terkenal dengan sebutan e-learning ini membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik isi maupun sistemnya.
Media pembelajaran adalah sebuah alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada pembelajar dan dapat memotivasi pembelajar untuk belajar, media tersebut bisa berupa papan tulis, buku, komputer, radio, alat peraga dan lain sebagainya.
Internet menjadikan menipisnya batas ruang dan waktu. Pembelajar semakin leluasa dalam mendapatkan materi pelajaran di mana pun dan kapan pun. Internet dapat menjadi akses sumber informasi, yaitu sebagai perpusatakaan online, sumber literature, akses hasil penelitian, dan akses materi pelajaran. Internet juga bisa digunakan sebagai akses kepada narasumber tanpa melakukan komunikasi secara fisik.
Penerapan E-learning dalam pembelajaran kimia salah satunya bisa dengan menggunakan blog. Blog dapat menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya ilmu pengetahuan sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi. Bukan berarti blog menggantikan model belajar konvensional di kelas tetapi blog sebagai media pembelajaran dapat memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan dan pengembangan teknologi pendidikan khususnya teknologi internet Media pembelajaran yang memanfaatkan blog ini dapat diakses kapan saja dengan biaya yang relatif murah, disamping itu juga dapat mengurangi pemborosan penggunaan kertas..
Materi Alkana, Alkena, dan Alkuna cocok disajikan dengan menggunakan media blog karena dalam materi ini tidak membutuhkan perhitungan yang rumit sehingga siswa dapat belajar mandiri.Namun tidak menutup kemungkinan juga untuk materi lain dalam pembelajaran kimia. Dalam uji coba terbatas, peneliti memberikan media pembelajaran blog ini pada siswa kelas X yang belum memperoleh materi Alkana, Alkena, dan Alkuna sehingga diperoleh data hasil belajar siswa dari pengembangan media pembelajaran blog ini.


DAFTAR PUSTAKA
Anderson, B. (2005). “Strategic e-learning implementation.” Educational Technology & Society journal vol. 8 (4), 1-8. 1. Diakses 16 februari2017
Wena, Made. 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer .Jakarta :Rineka Cipta
Silahudin. (2015). Penerapan E-LEARNING dalam Inovasi Pendidikan. Jurnal Ilmiah CIRCUIT Vol. 1 No. 1, diakseses 16  februari 2017.

32 komentar:

  1. apa saja metode dan media yang dapat digunakan dalam pembelajaran e learning?

    BalasHapus
    Balasan
    1. E-learning dapat dikatakan sebagai pembelajaran berbasis web. Prinsip pembelajaran berbasis web ini ada 3 yang telah dijalaskan diatas yang mana salah satunya ada juga dengan dikolaborasikan dengan pembelajaran tatap muka. Jadi metode pembelajarannya bisa dengan ceramah atau diskusi tetapi untuk pembelajaran e learning yang tidak tatap muka biasanya dengan metode diskusi. Untuk media yang digunakan bisa blog,video,internet dan lain sebagainya. Misalnya melakukan pembelajaran tatap muka lalu mendatangkan ahli dari luar dengan bantuan internet atau video.

      Hapus
  2. seefektif apakah e-learning untuk dikembangkan dalam pembelajaran kimia ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pembelajaran e learning ini cukup efektif jika terjalankan dengan baik. Dan menurut saya untuk dikembangkan dalam pembelajaran kimia mungkin bisa saja tapi tidak semua materi yang bisa dilakukan dengan pembelajaran e learning karena ada sifat materi itu sulit untuk dipahami jika tidak ada bimbingan dari seorang guru. Jadi pembelajarannya bisa dengan prinsip web centric course yakni aktivitas pembelajaran yang 50% nya mencakup synchronize dan asynchronize dan 50% nya lagi melakukan aktivitas pembelajaran dengan berinteraksi secara langsung ataupun web enhanced course yakni kegiatan tatap muka biasa secara langsung dan dihadiri juga sumber lain misalnya dengan menampilkan video ataupun dengan mengakses sumber lain dari internet pada saat proses pembelajaran.

      Hapus
  3. bagaimana cara mengatasi kekurangan dari berbagai macam kekurangan elerning ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menambahkan sedikit ;Meski e-learning memiliki kekurangan, tapi ke depan, era pendidikan bersistem e-learning akan menghampiri dunia pendidikan. Karenanya, dengan mengetahui kelemahan itu, para praktisi pendidikan dapat mengantisipasinya sejak sekarang agar jangan sampai teknologi modern di dunia pendidikan diacuhkan hanya gara-gara kita tidak mampu mengatasi kekurangan itu.

      Hapus
  4. Beberapa kelemahan dari pembelajaran melaui e learning diantaranya :
    1. Kurangnya pemahaman guru terhadap kualitas murid dan kepribadian mereka karena jarangnya bertatap muka secara langsung.
    2. Siswa kurang mendapatkan motivasi untuk belajar karena instruktur (Guru) tidak mengetahui secara persis apa permintaan, ketertarikan dan motivasi siswa.
    3. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, dan komputer).
    4. Proses pembelajaran lebih cenderung ke arah pengajaran saja (transfer knowledge) daripada pendidikan.
    5. Para guru juga dituntut untuk menguasai teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (Information, Communication and Technology), selain penguasaan teknik pembelajaran konvensional tentunya.
    Untuk mengatasi kekurangan tersebut maka guru juga harus mengadakan pembelajaran tatap muka.karena pembelajaran e- learning ini bukan berarti tidak ada tatap muka Disitulah peran seorang guru dimainkan yang mana guru memberikan motivasi kepada siswa menanamkan pendidikan karakter kepada siswa dan dengan adanya pertemuan maka guru juga bisa memantau tingkah laku siswa itu sendiri. Dan untuk fasilitas mungkin cukup sulit diatasi karena faktor ekonomi yang berbeda akan tetapi pembelajaran e learning di tingkat siswa ini biasanya diadakan jika memang fasilitasnya cukup. Saat ini bagi siswa yang tidak mempunyai fasilitas internet dirumah mungkin bisa dengan ke warnet. Lalu untuk mengatasi kekurangan yang terakhir guru bisa memanfaat teknologi internet yang sudah canggih. Dari situ ataupun dari buku guru bisa mendapatkan informasi sehingga dapat lebih menguasai teknik pembelajaran e- learning ini

    BalasHapus
  5. Apakah dengan penggunaan e-learning dalam pembelajaran mampu menghubungkan ranah afektif dan psikomotorik pada siswa? Lalu bagaimana cara anda jika anda berperan sebagai seorang guru dalam mengevaluasi hal tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya rasa mampu karena dalam elearning siswa juga dituntut untuk mengetahui pembelajaran yg sedang dibahas dan juga pada aspek psikomotorik juga iswa bisa belajar sekreatif mungkin untuk menguasi elearning dan untuk bisa mneciptakan sendiri elearning dalam bentuk kelompok belajar atau yang lainnya.
      evaluasi pada elearning dapat diterapkan dgn memberikan kuis dan btugas serta dievaluasi niolainnya, dan jika masih banyak kekurangan dalam elearning ini guru juga bisa memberikan pembelajaran dengan tatap muka langsung

      Hapus
  6. sesuai dengan materi anda, ada beberapa tahapan untuk mengembangkan e-learning, apakah dari tahapan itu harus dilakukan secara berurutan? adakah tahapan yang lebih penting?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya,yang namanya tentunya berurutan dan semua tahapan penting karena tahapan satu dan yang lainnya saling berkaitan. untuk menjalankan tahap 2 maka harus lalui dulu tahapan satu, maka dari itu semua tahapan penting

      Hapus
  7. menambahkan blog anda :

    Hal tersebut banyak membuat orang menjadi bingung dengan istilah-isitlah tersebut, akan tetapi Tsai dan Machado (2010) memberikan definisi berdasarkan pendekatan terminologi, “Our approach to defining these terms involves two complementary methods. The terminology is analyzed based on the individual meaning of the constituting terms, and the meaning of related concepts.” Berdasarkan hal tersebut, maka mereka memberikan definisi untuk masing-masing istilah di atas sebagai berikut:
    1. e-learning ,sebagian besar berkaiatan dengan kegiatan yang melibatkan komputer dan jaringan interaktif secara bersamaan. Artinya, komputer tidak perlu menjadi elemen pusat dalam kegiatan atau menyediakan isi pembelajaran, tetapi computer dan jaringan harus memegang keterlibatan besar dalam kegiatan pembelajaran;
    2. Online learning, dihubungkan dengan konten yang siap diakses pada komputer. Konten tersebut mungkin di Web atau internet, atau hanya diinstal pada CD-ROM atau hard disk computer;
    3. Distance learning, melibatkan interaksi pada jarak jauh antara instruktur dan peserta didik, dan memungkinkan reaksi instruktur tepat waktu pada peserta didik. Dengan cukup memposting atau menyiarkan materi pembelajaran untuk peserta didik bukan merupakan pembelajaran jarak jauh. Instruktur harus terlibat dalam menerima umpan balik dari peserta didik; dan
    4. web-based learning, dihubungkan dengan materi pembelajaran yang disampaikan dalam Web browser, termasuk ketika materi dikemas dalam CD-ROM atau media lain

    BalasHapus
  8. Bagaimana cara anda mengatasi atau meminimalisir hal yang mungkin terjadi akibat dari kekurangan e-learning yang anda buat jika anda menjadi seorang guru?

    BalasHapus
    Balasan
    1. baiklah dari salah satu kelemahan yang ada misalnya kekurangan ahli dalam memainkan internet dan teknologi bisa diminimalisir dengan cara diatasi dgn cara latihan untuk menggunakannya.

      Hapus
  9. Apakahkendala dalam penerapan e-learning dalam pembelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. membantu menjawab:
      Kendala yang terjadi adalah tidak semua pembelajaran efektif dalam menggunakan media komputer. Banyak pembelajaran yang lebih efektif bila dilakukan secara kooperatif atau pun kolaboratif. Pada dasarnya E learning menggunakan meedia komputer untuk menyampaikan pembelajaran sedangkan salah satu teori belajar yaitu teori humanistik adalah memanusiakan manusia dan E learning kurang memanusiakan manusia.
      Kendala lain juga muncul, yaitu ketersedian dan kelayakan infrastruktur E learning itu sendiri. Dalama kenyataannya tidak semua sekolah memiliki perangkat untuk menjalankan E learning begitu pula pada Perguruan Tinggi tidak semua perangkatnya layak untuk digunakan untuk proses pembelajaran E learning. Kendala utamanya adalah ketika seorang pendidik menyampaikan pembelajaran melalui E learning maka peserta didik harus menggunakan komputer dan jaringan internet untuk menerimannya namun tidak semua peserta didik memiliki perangkat tesebut di rumahnya. Peserta didik yang tidak memiliki mendapat kendala dan harus pergi ke warnet (contohnya) untuk menggunakan E learning tersebut dan itu menambah biaya pembelajaran.
      Kendala dari peserta didik yang belum dapat mengoperasikan komputer begitu juga halnya pendidik. Kita tidak bisa pungkiri pada daerah daerah tertentu E learning tidak dapat diterpkan karena tidak semua daerah memiliki pembelajaran tentang E learning. Penggunaan E learning tidak dapat terapkan karena memang peserta didik yang belum mengetahui dan menguasai bagaimana mengoperasikan E learning tersebut. Sebagian pendidik juga ada yang tidak dapat menggunakan E learning karena memang mereka tidak mendapatkan pembelajaran tersebut saat menjalani studi. Seorang guru olah raga misalnya pada saat studi mereka tidak diajarkan bagaimana menggunakan E learning secara spesifik sehingga apabila diterapkam dalam pembelajaran olah raga, guru tersebut bingun dan pembelajaran tidak dapat efektif karena tidak memiliki keahlian tersebut.

      Hapus
  10. menurut anda apa pengaruh e-learning ini dalam pendidikan? dan dampaknya pada pendidikan yang akan datang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. e-learning sangat berpengaruh,Karena e-learning dapet mempermudah siswa dalam belajar. Bayangkan saja jika kita tanpa perlu repot-repot datang ke sekolah yang tentunya memerlukan biaya lebih untuk bisa sampai kesekolah. Dengan e-learning kita tidak akan mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi ke sekolah, dari sini sudah terlihat jelas bahwa e-learning dapat menghemat biaya pengeluaran. Selain itu cara pembelajaran di kelas, dimana dalam 1 kelas terdapat banyak siswa namun tidak semua siswa dikelas itu bisa memahami dengan baik materi yang dijelaskan oleh pengajar. Metode pembelajaran yang terlalu cepat, serta banyaknya siswa sehingga menyebabkan pengajar tidak bisa memperhatikan siswanya satu persatu adalah faktor yang membuat siswa tertinggal karena mengalami kesulitan dalam memahami materi.

      Dengan menggunakan sistem pembelajaran e-learning, siswa dapat menentukan kecepatan berdasarkan pemahaman mereka sendiri agar mereka benar benar memahami materi yang sedang dipelajari. Di samping itu, siswa juga dapat mengulangi materi pembelajaran yang sudah mereka pelajari sebelumya. Cara ini tentu lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran di kelas pada umumnya.

      Hapus
  11. jelaskan perbedaan ke tiga web pada e-learning beserta kesamaannya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya rasa sudah cukup jelas perbedaan nya dari yang saya jelaskan yakni:
      1.Web Course
      proses aktivitas pembelajaran yang terjadi tanpa tatap muka secara langsung antara pengajar dan peserta didik.web course ini ada 2 macam :
      a. synchronize : Pengajar dan peserta didik melakukan pembelajaran dalam waktu yang bersamaan di tempat yang berbeda.
      b.Asynchronize : Pengajar dan peserta didik melakukan pembelajaran dalam waktu yang tentukan dan ditempat yang berbeda. Misalnya pengajar bertanya dengan peserta didik, lalu si peserta didik tidak harus menjawab pada saat itu juga akan tetapi bisa di lain waktu.
      2. Web Centric Course
      Aktivitas pembelajaran yang 50% nya mencakup synchronize dan asynchronize dan 50% nya lagi melakukan aktivitas pembelajaran dengan berinteraksi secara langsung.
      3. Web Enhanced Course
      Kegiatan tatap muka biasa secara langsung dan dihadiri juga sumber lain misalnya dengan menampilkan video ataupun dengan mengakses sumber lain dari internet pada saat proses pembelajaran.
      sedangkan untuk persamaannya semuanya dikatakan pembelajaran berbasis web walaupun ada yang dikombinasikan dengan tatp muka secara langsung

      Hapus
  12. Pengembangan e-learning tidak semata-mata hanya menyajikan meteri pelajaran secara online saja, namun harus komunikatif dan menarik, bagaimanakah menurut anda cara kita sebagai guru untuk menyajikan materi pelajaran agar dapat komunikatif dan menarik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. agar pelajaran yang disampaikan dapat komunikatif maka digunakanlah kata-kat yang mudah dipahami. sedangkan upaya yang dapat guru lakukan agar elearning yang ia gunakan dapat menarik minat siswa yaitu menyajikan penampilan e-learning yang menarik, materi disertai gamabar yang mendukung, dan jika ada soal-soal maka disertakan dengan game, elearning selalu dihidupkan dengan cara mengajak siswa untuk melakukan diskusi di elearning n masih banyak hal lainnya

      Hapus
  13. Jelaskan mengenai jenis evaluasi pada penggunaaan e-learning ini

    BalasHapus
  14. Apa saja kekurangan dari eleraning dalam pandang siswanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adapun kelemahan e-learning dipandang dari segi peserta didik antara lain:
      1. Merasa kesepian, peserta didik dapat merasa kesepian karena tidak adanya interaksi fisik dengan pendidik dan teman-temannya, terutama untuk model fully online e-learning format.
      2. Keterampilan menggunakan peralatan ICT, peserta pendidik yang tidak terampil menggunakan peralatan ICT, akan kesulitan dalam mengikuti pembelajaran sehingga dapat mempengaruhi hasil akhir pembelajaran.
      3. Peserta didik yang tidak disiplin dan kurang memilikii motivasi untuk belajar akan sulit mengikuti tahap-tahap proses pembelajaran.
      4. Ada beberapa konsep-konsep pembelajaran yang sulit untuk dimodelkan atau dipelajari tanpa bimbingan pendidik.
      5. Adanya permasalahan saat menentukan format evaluasi yang tepat berhasil atau tidaknya peserta pendidik di dalam mengikuti pembelajaran secara e-learning.

      Hapus
  15. bagaimanakah kriteria elearning yang baik sebagai media pembelajaran?

    BalasHapus
  16. Apakah seluruh materi kimia dapat dijelaskan menggunakan e-learning?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut tidak semua materi yang bisa dilakukan dengan pembelajaran e learning karena ada sifat materi itu sulit untuk dipahami jika tidak ada bimbingan dari seorang guru. Jadi pembelajarannya bisa dengan prinsip web centric course yakni aktivitas pembelajaran yang 50% nya mencakup synchronize dan asynchronize dan 50% nya lagi melakukan aktivitas pembelajaran dengan berinteraksi secara langsung ataupun web enhanced course yakni kegiatan tatap muka biasa secara langsung dan dihadiri juga sumber lain misalnya dengan menampilkan video ataupun dengan mengakses sumber lain dari internet pada saat proses pembelajaran.

      Hapus
  17. Bagaimana cara Anda sebagai calon seorang guru berubah materi pembelajaran kimia yang bersifat abstrak menjadi kongkrit dengan penggunaan e-learning

    BalasHapus
    Balasan
    1. dengan cara penggunaan multimedia yang dapat membantu siswa lebih memahami misalnya menambaha video yang mendukung materi yang dipelajari

      Hapus
  18. Bagaimana cara membuat e-learning yang bisa membuat siswanya aktif?

    BalasHapus
  19. Sedikit menambahkan
    Manfaat E-Learning
    E-learning mempermudah interaksi antara siswa dengan bahan/materi pelajaran. Demikian juga interaksi antara siswa dengan guru maupun antara sesama siswa. Siswa dapat saling berbagi informasi atau pendapat mengenai berbagai hal yang menyangkut pelajaran ataupun kebutuhan pengembangan diri siswa. Guru dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan tugas-tugas yang harus
    dikerjakan oleh siswa di tempat tertentu di dalam web untuk diakses oleh para siswa. Menurut Siahaan (2002) sebagaimana dikutip oleh Ahlis (2007: 24-26) manfaat e-learning dapat dilihat dari dua sudut, yaitu:
    1 Sudut Siswa
    Dengan kegiatan e-learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitasbelajar yang tinggi, artinya siswa dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang kali. Siswa juga dapat berkomunikasi dengan guru setiap saat, dengan kondisi yang demikian ini siswa dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
    2 Sudut Guru
    Beberapa manfaat yang diperoleh guru, instruktur antara lain adalah bahwa guru, instruktur dapat :
    (1) Lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung-jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi.
    (2) Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna peningkatan wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relatif lebih banyak.
    (3) Mengontrol kegiatan belajar siswa. Bahkan guru atau instruktur juga dapat mengetahui kapan siswanya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik dipelajari, serta berapa kali topik tertentu dipelajari ulang.
    (4) Mengecek apakah siswa telah mengerjakan soal-soal.
    (5) Latihan setelah mempelajari topik tertentu, dan memeriksa jawaban siswa dan memberitahukan hasilnya kepada siswa. Seiring perkembangan teknologi internet, metode e-learning mulai dikembangkan. MOODLE adalah sebuah nama untuk sebuah program aplikasi yang dapat mengubah sebuah media pembelajaran kedalam bentuk web. Aplikasi ini memungkinkan siswa untuk masuk kedalam “ruang kelas” digital untuk mengakses materi-materi pembelajaran. Dengan menggunakan MOODLE, kita dapat membuat materi pembelajaran, kuis, jurnal elektronik dan lain-lain. MOODLE itu sendiri adalah singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment (Prakoso, 2005: 13).

    BalasHapus