Resume ke-2
Prinsip dasar Pembelajaran Multimedia
Proses belajar mengajar
akan lebih berhasil manakala terjadi interaksi dua arah antara pengajar dan
peserta didik. Partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran dapat
meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi pelajaran. Oleh karena itu dalam pembelajaran,
multimedia sangat membantu guru dalam menyampaikan materi. Penggunaan alat pemusat
perhatian dalam media pembelajaran dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi
peserta didik untuk fokus terhadap materi pelajaran. Hal ini membantu
konsentrasi peserta didik dalam memahami isi pelajaran sehingga penguasaan
mereka menjadi lebih baik.Sebagai komponen dalam sistem pembelajaran, pemilihan
dan penggunaan multimedia pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen,
seperti: tujuan,materi, strategi dan juga evaluasi pembelajaran. Berikut
prinsip-prinsip multimedia pembelajaran menurut
Richard E. Mayer (2001):
1. Prinsip Multimedia (Multimedia Principle)
seseorang belajar lebih baik dengan kata-kata dan gambar-gambar dibandingkan dengan hanya kata-kata saja. Dengan menambahkan ilustrasi pada teks atau menambahkan animasi pada narasi maka akan
membantu siswa lebih mendalami materi atau penjelasan
yang disajikan. Menyajikan penjelasan dengan kata-kata dan gambar-gambar bisa menghasilkan pembelajaran lebih baik daripada menyajikan dengan kata-kata saja. Saat kata-kata dan gambar disajikan secara bersamaan
siswa mempunyai kesempatan
untuk mengkonstruksi model-model mental verbal dan pictorial dan membangun hubungan diantara keduanya.
2. Prinsip Keterdekatan Ruang (Spatial Contiguity Principle)
Siswa bisa belajar
lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar yang saling terkait disajikan saling berdekatan daripada saling berjauhan di halaman atau di
layar.Saat kata-kata dan
gambar-gambar terkait saling berdekatan di halaman (dalam buku) atau layar (dalam komputer) maka siswa tidak harus menggunakan sumber-sumber kognitif secara visual mencari di halaman atau layar itu. Siswa akan lebih
bisa menangkap dan menyimpan
materi bersamaan di dalam memori kerja pada waktu yang sama.
3. Prinsip Keterdekatan Waktu (Temporal Contiguity Principle)
Siswa bisa belajar
lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar yang terkait disajikan secara simultan (bersamaan) daripada bergantian. Saat bagian narasi dan
animasi yang terkait disajikan dalam
waktu bersamaan, akan lebih memungkinkan siswa untuk bisa membentuk representasi
mental atas keduanya dalam memori kerja dalam waktu bersamaan. Jika waktu antara mendengar kalimat dan melihat animasi relative pendek, maka siswa masih bisa membangun koneksi
antara kata-kata dan gambar.
Jika mendengar keseluruhan narasi yang panjang dan melihat keseluruhan animasi dalam waktu yang terpisah maka siswa kesulitan
membangun koneksi tersebut.
4. Prinsip koherensi (Coherence Principle)
Siswa bisa belajar
lebih baik saat kata-kata, gambar-gambar atau suara-suara ekstra dibuang. Prinsip koherensi bisa dipecah menjadi tiga versi yang saling
melengkapi :
(1) pembelajaran siswa terganggu jika kata-kata dan gambar-gambar menarik
namun tidak relevan
ditambahkan ke presentasi multimedia.
(2) pembelajaran siswa terganggu jika terdapat
suara dan music yang menarik namun tidak relevan,
(3)pembelajaran siswa akan meningkat
jika kata-kata yang tidak diperlukan disingkirkan.Gambar-gambar dan kata-kata
yang menarik tapi tidak relevan bisa mengalihkan perhatian siswa dari isi
materi yang penting, dan bisa mengganggu proses penataan materi. Dalam
penyajian materi melalui multimedia siswa cenderung bisa belajar lebih banyak dan mendalam jika materi disajikan secara lebih ringkas. Oleh
karena memori kerja otak pada
manusia itu terbatas maka harus difokuskan pada materi yang penting.
5. Prinsip modalitas (Modality Principle)
Siswa bisa belajar
lebih baik pada animasi dan narasi daripada animasi dan teks pada layar. Jika gambar dan kata-kata bersama-sama disajikan secara visual
(yakni sebagai animasi dan teks) maka
saluran visual/pictorial yang bekerja ekstra sedangkan saluran lain (verbal) tidak berfungsi. Jika kata-kata disajikan secara auditory
maka kedua saluran akan berfungsi.
6. Prinsip Redundansi (Reduddancy Principle)
Siswa bisa belajar
lebih baik dari animasi dan narasi daripada dari animasi, narasi,dan teks pada
layar. Jika kata-kata dan gambar-gambar disajikan secara visual maka saluran visual akan kelebihan beban. Jika animasi berisi narasi yang padat,
maka sebaiknya tidak menambahkan teks yang hanya mengulang kata-kata dari narasi.Keterbatasan
kapasitas memori kerja menghalangi individu untuk memproses banyak elemen
informasi secara langsung. Informasi akan terserap secara lebih baik bila format desain pesannya tidak membebani perhatian mereka karena
sumber-sumber ganda
yang saling memasok informasi.
8. Prinsip Personalisasi (Personalization Principle)
orang belajar lebih
baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational)
daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Terdapat lima tahap dalam merancang multimedia pembelajaran yaitu memilih kata-kata yang
relevan dengan teks atau narasi
yang tersaji, memilih gambar-gambar yang relevan dengan illustrasi yang tersaji, mengatur kata-kata yang terpilih tersebut ke dalam
representasi verbal yang koheren,
mengatur gambar-gambar yang terpilih tersebut ke dalam representasi visual yang koheren, dan memadukan representasi verbal dan
representasi visual tersebut dengan
pengetahuan-pengetahuan sebelumnya.
9. Prinsip Perbedaan Individual (Individual Differences Principle)
Pengaruh desain
lebih kuat terhadap siswa berpengetahuan rendah daripada berpengetahuan tinggi, dan terhadap siswa berkemampuan spasial tinggi
daripada berspasial rendah.
Siswa yang berpengetahuan lebih tinggi bisa menggunakan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya untuk mengkompensasi atas
kurangnya petunjuk dalam presentasi. Siswa yang berpengetahuan rendah kurang
bisa melakukan pemrosesan kognitif
yang berguna saat presentasinya kurang petunjuk. Siswa yang memiliki kemampuan
spasial yang tinggi memiliki kapasitas kognitif untuk secara mental memadukan
reprentasi verbal dan visual dari presentasi multimedia yang ada.Siswa yang
berspasial rendah harus mengerahkan kapasitas kognitif yang begitu banyak untuk
memahami apa yang disajikan.
DAFTAR PUSTAKA
Asyhar, R. 2011.Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran.Jakarta:
Gaung Persada
Mayer, R. E. (2001).Multimedia learning. Cambridge, UK: Cambridge
University Press
bisa anda jelaskan media seperti apakah yang cocok untuk salah satu prinsip e-learning yang sesuai ?
BalasHapusdari beberapa prinsip tersebut saya ingin mencontohkan dari prinsip yang pertama.pada prinsip pertam itu adalah prisnsip multimedia, yang mana Menyajikan penjelasan dengan kata-kata dan gambar-gambar bisa menghasilkan pembelajaran lebih baik daripada menyajikan dengan kata-kata saja.menurut saya untuk pembelajran saat ini media yang cocok dan sering ataupun diminati adalah dengan menggunakan power point. karena dengan power point kita bisa menampilkan kata-beserta gambar bahkan juga menambahkan dengan suara, animasi ataupun video. Hal ini sesuai sekali dengan prinsip multimedia ini sehingga dapat menarik minat siswa untuk belajar dan tidak akan membuat pembeljaran menjadi membosankan
HapusApakah semua prinsip yang telah anda jelaskan dapat diterapkan secara bersamaan? dan dari 9 prinsip tersebut prinsip mana yang menurut anda sulit untuk diterapkan?
BalasHapusDalam membuat pembelajaran berbasis multimedia ini 9 prinsip tersebut harus dipenuhi agar memudahkan kita dalam menjelaskan materi dan siswa pun dapat lebih memahami materi yang kita jelaskan. Karena jika salah satu prinsip tidak terlaksana maka pembelajarannya kurang efektif. Dan menurut saya menurut saya prinsip yang agak sulit untuk diterapkan yaitu prinsip perbedaan individal, karena disini guru dituntut agar mampu menyamaratakan perbedaan siswa dengan sebuah media.yang mana diharapkan media yang akan digunakan tersbut dapat menarik serta memudahkan siswa dalam menerima materi ynag disampaikan baik itu untuk siswa dengan pengetahuan rendah dan siswa yang berpengetahuan tinggi.
Hapusjelaskan menurut anda Multimedia yang seperti apa yang cocok digunakan dalam pembelajaran di indonesia ?
BalasHapusHampir sam dengan pertayaan sebelumnya menurut saya untuk saat ini diindonesia multimedia yang cocok dan sering ataupun diminati adalah dengan menggunakan power point. karena dengan power point kita bisa menampilkan kata-beserta gambar bahkan juga menambahkan dengan suara, animasi ataupun video. Hal ini sesuai sekali dengan prinsip multimedia ini sehingga dapat menarik minat siswa untuk belajar dan tidak akan membuat pembelajaran itu menjadi membosankan. Namun hal ini juga harus memperhatikan situasi dan kondisi karena disetiap daerah diindonesia ini berbeda ada yang belum mepunyai listrik misalnya ataupun ada endala listrik mati maka untuk menggunakan multimedia seperti ini sangat tidak cocok. Mungkin bisa digantikan dengan alternatif lain dengan menggunakan misalnya alat peraga. karena penggunaan alat peraga juga dapat menarik minat siswa selain itu siswa juga dapat mencoba memperagakannya sendiri bahkan pembelajaran yang seperti ini akan lebih bermakna bagi siswa
Hapusjika salah satu prinsip diatas tidak terpenuhi apakah masih dapat dikatakan multimedia pembelajaran? jelaskan!
BalasHapusMenurut saya masih dapat dikatakan multimedia pembelajaran bila salah satu prinsip tidak terlaksana, namun proses pembelajaran akan berlangsung tidak efektif.dalam membuat pembelajran berbasis multimedia ini 9 prinsip tersebut hrus terpenuhi agar memudahkan kita dalam menjelaskan materi dan siswa pun dapat lebih memahami materi yang kita jelaskan. misalnya jika prinsip koherensi tidak terlaksana maka ketika kita sedang menjelaskan, perhatian siswa akan teralihkan karena gambar-gambar animasi atau kata-kata yang tidak relevan dengan materi. sehingga proses pembelajaran pun tidak berlangsung dengan baik dan tidak sesuai dengan yang kita harapkan.
Hapusjelaskan jika dalam pembelajaran kesiapan dan motivasi tidak ada di diri pelajar?apa yang dapat ditimbulkan jika hal tersebut terjadi?
BalasHapusjika dalam pembelajaran kesiapan dan motivasi tidak ada di diri pelajar maka yang dapat ditimbulkan adalah siswa atau pelajar tersebut tidak akan atau kurang memperhatikan karena dari dalam dirinya saja tidak ada motivasi belajar. Yang mana motivasi itu adalah dorongan rasa ingin tahu dia. Jika itu tidak ada maka muncullah ketidaksiapan tadi maka dari itu diharapkan pembelajaran dengan multimedia ini dapat menarik dan memotivasi pelajar agar terpicu untuk mengikuti pembelajaran
HapusCoba anda sebutkan keuntungan penggunaan media dalam pembelajaran!
BalasHapuskeuntungan penggunaan media pembelajaran yakni sebagai berikut :
Hapus1. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
2. Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
3. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu.
4. Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya
dari 9 prinsip diatas, prinsip manakah yang paling sering digunakan?
BalasHapustidak ada yang lebih dominan diantara semua prinsip karena semua harus terpenuhi dalam membuat multimedia pembelajaran agar media yang digunakan diharapkan pembelajaran dapat lebih efektif dan efisien denga adanya media pembelajaran
Hapusmenurut anda Apakah prinsip-prinsip ini harus berjalan seluruhnya?
BalasHapusDalam membuat pembelajaran berbasis multimedia ini 9 prinsip tersebut harus dipenuhi agar memudahkan kita dalam menjelaskan materi dan siswa pun dapat lebih memahami materi yang kita jelaskan. Karena jika salah satu prinsip tidak terlaksana maka pembelajarannya kurang efektif. Dan menurut saya menurut saya prinsip yang agak sulit untuk diterapkan yaitu prinsip perbedaan individal, karena disini guru dituntut agar mampu menyamaratakan perbedaan siswa dengan sebuah media.yang mana diharapkan media yang akan digunakan tersbut dapat menarik serta memudahkan siswa dalam menerima materi ynag disampaikan baik itu untuk siswa dengan pengetahuan rendah dan siswa yang berpengetahuan tinggi.
Hapusmenurut anda prinsip mana yang paling sulit untuk diterapkan?
BalasHapusMenurut saya prinsip yang agak sulit untuk diterapkan yaitu prinsip perbedaan individal, karena disini guru dituntut agar mampu menyamaratakan perbedaan siswa dengan sebuah media.yang mana diharapkan media yang akan digunakan tersbut dapat menarik serta memudahkan siswa dalam menerima materi ynag disampaikan baik itu untuk siswa dengan pengetahuan rendah dan siswa yang berpengetahuan tinggi.
Hapusjelaskan mengapa prinsip pengandaian itu perlu mencakup pada prinsip-prinsip media pembelajaran?
BalasHapusmaaf pertanyaan anda tidak ada kaitannya dengan prinsip-prinsip yang saya tampilkan
HapusMengapa dalam pembelajaran, multimedia sangat membantu guru dalam menyampaikan materi?
BalasHapuskarena media mempunyai kelebihan,kelebihan media pembelajaran yakni sebagai berikut :
Hapus1. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
2. Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
3. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu.
4. Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya
Apa yang terjadi apabila salah satu prinsip tersebut tidak berjalan dengan baik?
BalasHapusjika salah satu prinsip tidak berjalan dengan baik, maka proses pembelajaran akan berlangsung tidak efektif.dalam membuat pembelajaran berbasis multimedia ini 9 prinsip tersebut hrus terpenuhi agar memudahkan kita dalam menjelaskan materi dan siswa pun dapat lebih memahami materi yang kita jelaskan. misalnya jika prinsip koherensi tidak terlaksana maka ketika kita sedang menjelaskan, perhatian siswa akan teralihkan karena gambar-gambar animasi atau kata-kata yang tidak relevan dengan materi. sehingga proses pembelajaran pun tidak berlangsung dengan baik dan tidak sesuai dengan yang kita harapkan.
Hapussedikit tambahan
BalasHapusPrinsip multimedia berbunyi murid bisa belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar-gambar daripada dari kata-kata saja (Mayer, 2009:93). Yang dimaksudkan dengan kata-kata adalah teks tercetak di layar yang dibaca pengguna atau teks ternarasikan yang didengar pengguna melalui speaker atau headset. Yang dimaksudkan dengan gambar adalah ilustrasi statis seperti gambar, diagram, grafik, peta, foto, atau gambar dinamis seperti animasi dan video. Clark & Mayer (2011:70) menggunakan istilah penyajian multimedia untuk menyebut segala penyajian yang berisi kata-kata dan gambar.
Mayer (2009:93) beralasan bahwa saat kata-kata dan gambar-gambar disajikan secara bersamaan, siswa punya kesempatan untuk mengkonstruksi model-model mental verbal dan piktorial dan membangun hubungan di antara keduanya. Sedangkan jika hanya kata-kata yang disajikan, maka siswa hanya mempunyai kesempatan kecil untuk membangun model mental piktorial dan kecil pulalah kemungkinannya untuk membangun hubungan di antara model mental verbal dan piktorial
Sedikit menambahkan
BalasHapusPRINSIP PEMANFAATAN MEDIA
Setelah kita menentukan pilihan media yang akan kita gunakan, maka pada akhimya kita dituntut untuk dapat memanfaatkannya dalam proses pembelajaran. Media yang baik, belum tentu menjamin keberhasilan belajar pebelajar jika kita tidak dapat menggunakannya dengan baik. Untuk itu, media yang telah kita pilih dengan tepat harus dapat kita manfaatkan dengan sebaik mungkin sesuai prinsip--prinsip pemanfaatan media.
Ada beberapa prinsip umum yang perlu kita perhatikan dalam pemanfaatan media pembelajaran, yaitu:
1. Setiap jenis media, memiliki kelebihan dan kelemahan
Tidak ada satu jenis media yang cocok untuk semua proses pembelajaran dan dapat mencapai semua tujuan belajar. lbaratnya, tak ada satu jenis obat yang manjur untuk semua jenis penyakit.
2. Penggunaan beberapa macam media secara bervariasi memang diperlukan
Namun harap diingat, bahwa penggunaan media yang terlalu banyak sekaligus dalam suatu kegiatan pembelajaran, justru akan membingungkan pebelajar dan tidak akan memperjelas pelajaran.Oleh karena itu gunakan media seperlunya, jangan berlebihan.
3. Penggunaan media harus dapat memperlakukan pebelajar secara aktif. Lebih baik menggunakan media yang sederhana yang dapat mengaktifkan seluruh pebelajar daripada media canggih namun justru membuat pebelajar kita terheran-heran pasif.
Sebelum media digunakan harus direncanakan secara matang dalam penyusunan rencana pembelajaran. Tentukan bagian materi mana saja yang akan kita sajikan dengan bantuan media. Rencanakan bagaimana strategi dan teknik penggunaannya. Hindari penggunaan media yang hanya dimaksudkan sebagai selingan atau sekedar pengisi waktu kosong saja. Jika pebelajar sadar bahwa media yang digunakan hanya untuk mengisi waktu kosong, maka kesan ini akan selalu muncul setiap kali pembelajar menggunakan media. Penggunaaan media yang sembarangan, asal-asalan, atau "daripada tidak dipakai", akan membawa akibat negatif yang lebih buruk. Harus senantiasa dilakukan persiapan yang cukup sebelum penggunaaan media. Kurangnya persiapan bukan saja membuat proses pembelajaran tidak efektif dan efisien, tetapi justru mengganggu kelancaran proses pembelajaran. Hal ini terutama perlu diperhatikan ketika kita akan menggunakan media elektronik (Sudjana, Nana. 1989).
sedikit menambahkan
BalasHapusPrinsip Segmentasi Dan Pra Latihan
Prinsip segmentasi menyarankan untuk memecah materi pelajaran yang besar menjadi segmen-segmen yang kecil (Clark & Mayer, 2011:207). Saat sebuah materi pembelajaran kompleks, materi itu perlu dibuat menjadi sederhana dengan dibagi-bagi menjadi beberapa bagian yang dapat diatur kemunculannya.
Prinsip pra-latihan menyarankan untuk memastikan siswa mengetahui nama dan karakteristik konsep-konsep penting (Clark & Mayer, 2011:212). Sebelum siswa belajar proses atau mengerjakan latihan pada suatu multimedia interaktif, hendaknya siswa diberi materi konsep-konsep penting berkaitan dengan proses yang akan dipelajari atau latihan yang akan dikerjakan. Contohnya, sebelum siswa melihat video demonstrasi cara membuat tabel basis data, siswa perlu mengetahui apa itu tabel, field, dan primary key.