Teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak (Slavin, 2000). Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera.
komponen struktur dan pengatur alur pemrosesan informasi berdasarkan perbedaan fungsi, kapasitas, bentuk informasi, serta proses terjadinya”lupa”. Ketiga komponen tersebut adalah:
1. Sensory receptor
Sensory Receptor (SR) merupakan sel tempat pertama kali informasi diterima dari luar. informasi masuk ke sistem melalui sensory register Di dalam SR informasi ditangkap dalam bentuk aslinya, informasi hanya dapat bertahan dalam waktu yang sangat singkat, dan informasi tadi mudah terganggu dengan kata lain sangat mudah berganti. Agar tetap berada dalam sistem, informasi masuk ke working memory yang digabungkan dengan informasi di long-term memory.
2. Working memory
Working Memory (WM) diasumsikan mampu menangkap informasi yang diberi perhatian oleh individu. Pemberian perhatian ini dipengaruhi oleh peran persepsi. Karakteristik WM adalah bahwa; 1) ia memiliki kapasitas yang terbatas, sehingga Informasi di dalamnya hanya mampu bertahan kurang lebih 15 detik apabila tanpa upaya pengulangan 2) informasi dapat disandi dalam bentuk yang berbeda dari stimulus aslinya. Asumsi pertama berkaitan dengan penataan jumlah informasi, sedangkan asumsi kedua berkaitan dengan peran proses kontrol. Artinya, agar informasi dapat bertahan dalam WM, maka upayakan jumlah informasi tidak melebihi kapasitas WM disamping melakukan pengulangan. Sedangkan penyandian pada tahapan WM, dalam bentuk verbal, visual, ataupun semantik, dipengaruhi oleh peran proses kontrol dan seseorang dapat dengan sadar mengendalikannya.
3. Long term memory
Long Term Memory (LTM) diasumsikan; 1) berisi semua pengetahuan yang telahdimiliki oleh individu, 2) mempunyai kapasitas tidak terbatas, dan 3) bahwa sekali informasi disimpan di dalam LTM ia tidak akan pernah terhapus atau hilang.
Kelemahannya adalah betapa sulit mengakses informasi yang tersimpan di dalamnya. Persoalan “lupa” pada tahapan ini disebabkan oleh kesulitan atau kegagalan memunculkan kembali informasi yang diperlukan. Ini berarti, jika informasi ditata dengan baik maka akan memudahkan proses penelusuran dan pemunculan kembali informasi jika diperlukan., Tennyson (1989) mengemukakan bahwa proses penyimpanan informasi merupakan proses mengasimilasikan pengetahuan baru pada pengetahuan yang telah dimiliki, yang selanjutnya berfungsi sebagai dasar pengetahuan (knowledge base) (Lusiana, 1992).
Teori Pemrosesan Informasi Atkinson
Dalam model pemrosesan informasi yang dikembangkan oleh Atkinson & Shiffrin, kognisi manusia dikonsepkan sebagai suatu labor yang terdiri dari tiga bagian, yaitu masukan (input), proses dan keluaran (output). Informasi dari dunia sekitar merupakan masukan bagi labor. Stimulasi dari dunia sekitar ini memasuki reseptor memori dalam bentuk penglihatan, suara, rasa, dan sebagainya. Selanjutnya, input diproses dalam otak. Otak mengolah dan mentransformasikan informasi dalam berbagai cara. Proses ini meliputi pengkodean ke dalam bentuk-bentuk simbolis, membandingkan dengan informasi yang telah diketahui sebelumnya, menyimpan dalam memori, dan mengambilnya bila diperlukan. Akhir dari proses ini adalah keluaran, yaitu perilaku manusia, seperti berbicara, menulis, interaksi labor, dan sebagainya (Vasta, dkk., 1992).
Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne
Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. Agar kondisi eksternal itu lebih bermakna sebaiknya diorganisasikan dalam urutan persitiwa pembelajaran (metode atau perlakuan). Selain itu, dalam usaha mengatur kondisi eksternal dierlukan berbagai rangsangan yang dapat diterima oleh panca indra, yang dikenal dengan nama media dan sumber belajar.
Multimedia telah banyak digunakan dalam pembelajaran. Menurut Istiyanto (2011), multimedia adalah media yang menggabungkan dua unsur atau lebih yang terdiri dari teks,grafik, gambar, foto, audio, dan animasi secara terin- tegrasi. Menurut Mayer (2009:3), multimedia didefini- sikan sebagai presentasi materi dengan menggunakan kata-kata (verbal form) sekaligus gambar-gambar.
Pembelajaran berbantuan multimedia dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran, untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan belajar sehingga terjadi proses belajar yang sesuai tujuan dan terkendali (Istiyanto, 2011)
Berdasarkan kondisi internal dan eksternal tersebut, Gagne menjelaskan bagaimana proses belajar itu terjadi. Peristiwa belajar adalah persitiwa dengan urutan sebagai berikut: menimbulkan minat dan memusatkan perhatian agar peserta didik siap menerima pelajaran, menyampaikan tujuan pembelajaran agar pseerta didik tahu apa yang diharapkan dala pembelajaran itu, mengingat kembali konsep/prinsip yang telah dipelajari sebelumnya yang merupakan prasyarat, menyampaikan materi pembelajaran, memebrikan bimbingan atau pedoman untuk belajar, membangkitkan timbulnya unjuk kerja peserta didik, memberikan umpan balik tentang kebenaran pelaksanaan tugas, mengukur/evaluasi belajar, dan memperkuat referensi dan transfer belajar.
Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu, (1) motivasi; (2) pemahaman; (3) pemerolehan; (4) penyimpanan; (5) ingatan kembali; (6) generalisasi; (7) perlakuan dan (8) umpan balik.
Gagne membuat beberapa rumusan untuk menghubungkan keterkaitan antara faktor internal dan eksternal dalam pembelajaran dalam rangka memaksimalkan tercapainya tujuan pembelajaran, yaitu:
a. Pembelajaran yang dilakukan dikondisikan untuk menimbulkan minat peserta didik, dan dikondisikan agar perhatian peserta didik terpusat pada pembelajaran sehingga mereka siap untuk menerima pelajaran.b. Memulai pelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran agar peserta didik mengetahui apa yang diharapkan setelah menerima pelajaran.
c. Guru harus mengingatkan kembali konsep yang telah dipelajari sebelumnya.
d. Guru siap untuk menyampaikan materi pelajaran.
e. Dalam pembelajaran guru memberikan bimbingan atau pedoman kepada siswa untuk belajar.
f. Guru memberikan motivasi untuk memunculkan respon siswa.
g. Guru memberikan umpan balik atau penguatan atas respon yang diberikan siswa baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
h. Mengevaluasi hasil belajar
i. Memperkuat retensi dan transfer belajar.
Model proses belajar yang dikembangkan oleh Gagne didasarkan pada teori pemrosesan informasi, yaitu sebagai berikut:
a. Rangsangan yang diterima panca indera akan disalurkan ke pusat syaraf dan dikenal sebagai informasi.
b. Informasi dipilih secara selektif, ada yang dibunag, ada yang disimpan dalam memori jangka pendek, dan ada yang disimpan dalam memori jangka panjang.
c. Memori-memori ini tercampur dengan memori yang telah ada sebelumnya, dan dapat diungkap kembali setelah dilakukan pengolahan.
DAFTAR PUSTAKA
Bambang Warsita. 2008. Teori Belajar Robert M. Gagne dan Implikasinya Pada Pentingnya Pusat Sumber Belajar. Jakarta: ErlanggaLusiana.1992. Pengaruh Interaktif antara Penggunaan Strategi Penataan Isi Mata Kuliahdan Gaya Kognitif Mahasiswa terhadap Perolehan Belajar. Malang: PPS IKIPMalang
Mayer, RE. 2009. Multimedia Learning: Prinsip-Prinsip dan Aplikasi. Terjemahan Teguh Wahyu Utomo.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Slavin, R.E. 2000. Educational Psychology, Theory and Practice. United State of America: Allyn & Bacon
Vasta, dkk. 1992. Child Psychology: The Modern Science. New York: John Wiley & Sons
Istiyanto. 2011. Pengertian dan Manfaat Multimedia Pembelajaran, (Online), (http://istiyanto.com/ pengertian-dan-manfaat-multimedia-pembelajaran), diakses o7 februari 2017.
Persoalan “lupa” pada tahapan ini disebabkan oleh kesulitan atau kegagalan memunculkan kembali informasi yang diperlukan. Bagaimana cara mengatasinya sehingga dapat muncul kembali ?
BalasHapusMenurut penelitian, informasi dari penglihatan hanya dapat bertahan kurang dari sedetik di memori sensorik, sedangkan informasi dari pendengaran dapat bertahan tiga sampai empat detik. Jika perhatian tidak diberikan pada informasi tersebut maka mereka akan hilang. Namun jika perhatian diberikan maka informasi akan diteruskan menuju memori jangka pendek (short term memory) yang dapat mempertahankan informasi hingga 15 detik.untuk perkara mengatasinya agar dapat muncul kembali adalah dengan adanya pengulangan.Sesuatu akan dingat jika sering diulang.
Hapusfaktor apa yang mempengaruhi informasi hanya masuk sampai tahap short term memory dan tidak sampai pada tahap penyimpanan long term memory?
BalasHapusberdasarkan penjelasan dari pertanyaan sebelumnya juga berkaitan dengan memori jangka pendek yakni adanya perhatian karena Perhatian sangat penting, oleh karena itu selalu upayakan agar siswa anda benar-benar memperhatikan pelajaran. Meskipun terkadang mereka tampak melihat guru menjelaskan, namun belum tentu pikiran mereka tertujudengan hal yang disampaikan dan Sebaiknya utamakan belajar dengan memahami dari pada melalui hafalan. Karena hal yang dipahami akan lebih lama lengketnya daripada yang dihapal. Namun tidak menutup kemungkinan hapalan itu bisa juga bertahan dimemory jangka panjang asalkan dengan rajin mengulang
HapusTeori pemrosesan menurut atkinson, ada 3 yaitu input, proses dan output, dari penjelasan anda proses meliputi pengkodean ke dalam bentuk-bentuk simbolis,tolonng dijelaskan bentuk-bentuk simbolis seperti apa?
BalasHapusDalam model pemrosesan informasi yang dikembangkan oleh Atkinson & Shiffrin, Otak mengolah dan mentransformasikan informasi dalam berbagai cara salah satunya dalam bentuk simbol. Maksudnya agar pelajaran ataupun informasi itu dapat dengan mudah masuk ke memori kita maka kita dapat mejadikan informasi yang panjang dalam bentuk simbol. Misalnya kita ingin mengingat pembelajaran tentang sel volta dan sel elektrolisis. pada sel volta yang terjadi di Katoda Positif, Anoda Negatif dan untuk sel elektrolisis yang terjadi diKatoda Negatif, Anoda Positif. Maka untuk mudah mengingatnya disimbolkanlah dengan mengambil huruf awalnya untuk sel volta disimbolkan dengan KPAN dan untuk sel elektrolisis disimbolkan dengan KNAP.
Hapussedikit menambahkan
BalasHapusMenurut Mayer dan Moreno (2010), teori kognitif pembelajaran yang disajikan pada Gambar 1 didasarkan pada teori beban kognitif dengan fokus mengurangi beban kognitif siswa. Teori beban kognitif memuat tiga jenis pengolahan kognitif selama belajar, yaitu:
1. Beban kognitif intrinsic (intrinsic cognitive load) merupakan beban pikiran dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan tuntutan konten.
2. Beban kognitif germane (germane cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh tuntutan untuk mengintegrasikan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya.
3. Beban kognitif extraneous (extraneous cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh kerja pikiran yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran
Maksud gambar yang anda jelaskan dari panca indra kita, informasi dimasukkan kedalam memori kita lalu dengan adanya perhatian kita memilih dari sekian banyak informasi yang kita terima sehingga masuk ke memory jangka pendek kita lalu dilakukan terus latihan atau pengulangan sehingga ia akan menjadi memori jangka panjang.Namun jika tidak adanya pengulangan maka informasi yang diterima akan mudah dilupakan. Untuk mudah dingat bisa dilakukan dengan pengkodean mengenai informasi yang didapat yang sudah masuk di memori jangka pendek.
Hapussedikit menambahkan Kelebihan teori pemrosesan informasi
BalasHapusDengan menerapkan teori pemprosesan informasi akan membantu meningkatkan keaktifan peserta didik dalam berfikir. Sehingga peserta didik akan didorong untuk berfikir di dalam kegiatan pembelajaran.
Peserta didik akan berusaha untuk mengaitkan proses pembelajaran yang menarik dengan materi yang disampaikan.
Guru dan pendidik di tuntut untuk kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Guru dituntut dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan metode belajar yang menyenangkan dan menarik sehingga peserta didik dapat menerima materi dengan baik, sehingga peserta didik akan mudah memahami dan mengingat materi yang disampaikan.
Kelemahan teori pemrosesan informasi
Apabila guru tidak dapat menyampaikan materi secara kreatif dan menarik maka peserta didik tidak dapat menerima materi yang disampaikan dengan baik sehingga tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai. Selain itu apabila ada peserta didik yang tidak aktif dalam proses pembelajaran maka guru akan sulit dalam menyampaikan materi.
Manfaat teori pemrosesan informasi antara lain:
Hapus1.Membantu terjadinya proses pembelajaran sehungga individu mampu beradaptasi pada lingkungan yang selalu berubah
2.Menjadikan strategi pembelajaran dengan menggunakan cara berpikir yang berorientasi pada proses lebih menonjol
3.Kapasilitas belajar dapat disajikan secara lengkap
4.Prinsip perbedaan individual terlayani.
Hambatan teori pemrosesan informasi antara lain:
1.Tidak semua individu mampu melatih memori secara maksimal
2.Proses internal yang tidak dapat diamati secara langsung
3.Tingkat kesulitan mengungkap kembali informasi-informasi yang telah disimpan dalam ingatan
4.Kemampuan otak tiap individu tidak sama.
menurut judul materi, yaitu tentang TEORI PEMROSESAN INFORMASI BERBANTUAN MEDIA. media yang bagaimanakah yang dapat membantu guru dalam menyampaikan informasi?
BalasHapusmedia yang memenuhi prinsip-prinsipnya seperti yang telah dijelaskan pada materi sebelumnya
Hapusmenambahkan blog anda :
BalasHapusIngatan Jangka Panjang (IJPj)
Mengapa Ibukota Indonesia jauh lebih mudah diingat daripada Ibukota Negeria? Untuk menjawabnya, perlu disadari adanya suatu kenyataan bahwa Jakarta jauh lebih sering disebut dan didengar namanya daripada Lagos; misalnya dari buku, pembicaraan, televisi, ataupun koran. Karenanya, Jakarta sebagai Ibukota Indonesia kemungkinan besar sudah tersimpan di dalam IJPj. Informasi yang sudah tersimpan di dalam IJPj ini sulit untuk hilang, sehingga Jakarta dapat diingat dengan mudah. Jelaslah bahwa IJPj adalah IJPD yang mendapat pengulangan. Kata lainnya IJPj tidak akan terbentuk tanpa adanya pengulangan. Dapatlah disimpulkan sekarang bahwa pengulangan merupakan kata kunci dalam proses pembelajaran. Karenanya, latihan selama di kelas atau di rumah merupakan kata kunci yang akan sangat menentukan keberhasilan atau ketidak berhasilan suatu pengetahuan yang diingat dalam jangka waktu yang lama. Itulah sebabnya, ada guru berpengalaman yang menyatakan kepada siswanya bahwa akan jauh lebih baik untuk belajar 6 × 10 menit daripada 1 × 60 menit. Selain pengulangan atau latihan, beberapa hal penting yang harus diperhatikan Bapak dan Ibu Guru agar suatu pengetahuan dapat diingat siswa dengan mudah adalah:
1. Sesuatu yang sudah dipahami akan lebih mudah diingat siswa daripada sesuatu yang tidak dipahaminya. Contohnya, proses untuk mengingat bilangan 17.081.945 akan jauh lebih mudah daripada proses mengingat bilangan 51.408.791 karena bilangan pertama sudah dikenal para siswa, apalagi jika dikaitkan dengan hari kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 yang dapat ditulis menjadi 17–08–1945.
2. Hal-hal yang sudah terorganisir dengan baik akan jauh lebih mudah diingat siswa daripada hal-hal yang belum terorganisir. Contohnya, mengingat susunan bilangan 4, 49, 1, 16, 9, 36, dan 25 akan jauh lebih sulit daripada mengingat bilangan berikut yang sudah terorganisir dengan baik: 1, 4, 9, 16, 25, 36, dan 49.
3. Sesuatu yang menarik perhatian siswa akan lebih mudah diingat daripada sesuatu yang tidak menarik hatinya. Acara televisi yang menarik perhatian para siswa akan memungkinkan para siswa untuk duduk berjam-jam di depan TV dan jalan ceritanya akan mampu mereka ingat dengan mudah. Namun hal yang sebaliknya akan terjadi juga, yaitu suatu proses pembelajaran yang tidak menarik perhatian mereka dapat menjadi beban bagi siswa dan tentunya juga bagi para guru.
Apakah faktor stimilus penting dalam pemrosesan informasi?
BalasHapusya, tentunya sangat penting dalam memancing informasi yang masih berada di dalam memori jangka pendek agar dapat muncul kembali dan dapat disimpan di memori jangka panjang
Hapusbagaimana cara mengolah informasi yang kita dapat agar dapat masuk kedalam memori jangka panjang?
BalasHapusinformasi diterima melalui panca indra kita, lalu informasi dimasukkan kedalam memori kita lalu dengan adanya perhatian kita memilih dari sekian banyak informasi yang kita terima sehingga masuk ke memory jangka pendek kita lalu dilakukan terus latihan atau pengulangan sehingga ia akan menjadi memori jangka panjang.Namun jika tidak adanya pengulangan maka informasi yang diterima akan mudah dilupakan. Untuk mudah dingat bisa dilakukan dengan pengkodean mengenai informasi yang didapat yang sudah masuk di memori jangka pendek.
Hapuspada teori yang melandasi perancangan desain pesan multimedia instruksional terdapat teori pemrosesan ganda,maksudnya seperti apa? jelaskan!
BalasHapusmaaf dari postingan diatas tidak ada kata yang menyatakan hal itu. mungkin anda keliru mohon dibaca dengan teliti
Hapussedikit menambahkan,Robert. M. Gagne sebagaimana yang dikutip oleh Bambang Warsita, dalam bukunya : The Conditioning of Learning mengemukakan bahwa ; Learning is a change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and wich is not simply ascribable to process of growth. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja Dan Gagne menyatakan bahwa belajar merupakan seperangkat proses yang bersifat internal bagi setiap individu sebagai hasil transformasi rangsangan yang berasal dari peristiwa eksternal di lingkungan individu yang bersangkutan (kondisi)
BalasHapusGagne membuat rumusan yang berisi urutan untuk menimbulkan peristiwa pembelajaran, yaitu :
a. Pembelajaran yang dilakukan dikondisikan untuk menimbulkan minat peserta didik, dan dikondisikan agar perhatian peserta didik terpusat pada pembelajaran sehingga mereka siap untuk menerima pelajaran.
b. Memulai pelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran agar peserta didik mengetahui apa yang diharapkan setelah menerima pelajaran.
c. Guru harus mengingatkan kembali konsep yang telah dipelajari sebelumnya.
d. Guru siap untuk menyampaikan materi pelajaran.
e. Dalam pembelajaran guru memberikan bimbingan atau pedoman kepada siswa untuk belajar.
f. Guru memberikan motivasi untuk memunculkan respon siswa.
g. Guru memberikan umpan balik atau penguatan atas respon yang diberikan siswa baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
h. Mengevaluasi hasil belajar, dan
i. Memperkuat retensi dan transfer belajar.
Gagne membuat 7 macam pengelompokan media, yaitu :
Benda untuk didemostrasikan, komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, film bersuara, dan mesin belajar.
Gagne merumuskan “ The domains of Learning “, yaitu :
Kemampuan belajar manusia yang terbagi kepada lima kategori :
a. Motor/skill : ketramppilan motorik.
b. Informasi verbal : dapat menjelaskan sesuatu dengan berbicara, menulis, menggambar.
c. Kemampuan intelektual, yaitu kemampuan manusia dalam berinteraksi dengan dunia luar yang berkaitan dengan symbol-simbol.
d. Strategi kognitif : organisasi keterampilan yang internal.
e. Sikap.
Gagne membuat rumusan tahapan dalam tujuan dan tingkatan belajar :
Tahapan tujuan belajar diawali dari yang mudah (rendah), sedang, ke sulit (tinggi), dan tahapan ini berbanding lurus dengan tahapan proses belajar, yaitu dari yang paling sederhana ke yang kompleks. Adapun tingkatan belajar ada empat : belajar fakta, belajar konsep, belajar prinsip, dan pemecahan masalah (Harjanto, 2000 : 159).
Apa kelebihan maupun kekurangan dari Working memory?
BalasHapuskelebihan dari working memory adalah mampu menangkap informasi yang diberi perhatian oleh individu selain itu informasi dapat disandi dalam bentuk yang berbeda dari stimulus aslinya. sedangkan kekurangannya adalah kapasitas yang terbatas, sehingga Informasi di dalamnya hanya mampu bertahan kurang lebih 15 detik apabila tanpa upaya pengulangan
HapusJelaskan cara Memperkuat retensi dan transfer belajar.
BalasHapusretensi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan lagi hasil belajar.Tujuan belajar dan daya ingat dapat memperkuat retensi. cara yang dapat memperkuat yakni dengan berusaha aktif untuk mengingat atau menugaskan sesuatu latihan untuk dipelajari dapat meningkatkan retensi.
Hapusmengapa informasi yang diperoleh melalui pendengaran lebih lama teringat dibandingkan dengan informasi yang diperoleh melalui penglihatan? bagaimana kaitan hal ini dengan teori pemrosesan informasi?
BalasHapusmenurut saya tidak selalu pendengaran lebih lama teringat, karena dalam memproses informasi penglihatan juga berpengaruh pada pendengaran. karena hanya jika pendengaran atau penglihatan saja menurut saya kurang efektif informasi yang diterima
HapusSyarat media yang baik agar informasi yang disampaikan dapat masuk ke memori jangka panjang?
BalasHapussyarat media yang media yang baik harus memperhatikan 9 prinsip yang telah dijelaskan sebelumnya. yang mana semua prinsip telah dipandang dari segala sisinya.
HapusApakah dengan menggunakan multimedia siswa dapat memproses hasil belajar mereka dengan lebih baik, jelaskan mengapa?
BalasHapustentunya, karena tujuan penggunaan media itu sendiri agar meningkatkan hasil belajar siswa selain itu digunakan media diharapkan pembelajaran yang sulit dapat lebih mudah untuk dipelajari.
BalasHapusBeberapa teori yang melandasi perancangan desain pesan multimedia instruksional ialah teori pengkodean ganda, teori muatan kognitif, dan teori pemrosesan ganda. Menurut teori pengkodean ganda manusia memiliki sistem memori kerja yang terpisah untuk informasi verbal dan informasi visual, memori kerja terdiri atas memori kerja visual dan memori kerja auditori. Teori muatan kognitif menyatakan bahwa setiap memori kerja memiliki kapasitas yang terbatas. Sedangkan teori pemrosesan ganda menyatakan bahwa penyampaian informasi lewat multimedia instruksional baru bermakna jika informasi yang diterima diseleksi pada setiap penyimpanan, diorganisasikan ke dalam representasi yang berhubungan, serta dikoneksikan dalam tiap penyimpanan. Temuan-temuan penelitian telah menguji kebenaran teori pengkodean ganda (dual-coding theory): terdapat dua buah saluran pemrosesan informasi yang independent yaitu pemrosesan informasi visual (atau memori kerja visual) dan pemrosesan informasi verbal (atau memori kerja verbal); kedua memori kerja tersebut memiliki kapasitas yang terbatas untuk memroses informasi yang masuk. Hal terpenting yang dinyatakan oleh teori muatan kognitif adalah sebuah gagasan bahwa kemampuan terbatas memori kerja, visual maupun auditori, seharusnya menjadi pokok pikiran ketika seseorang hendak mendesain sesuatu pesan multimedia.
BalasHapusSedikit menambahkan
BalasHapusPembelajaran yang efektif dapat dicapai dengan mengelola beban kognitif intrsik, mengurangi beban kognitif asing, dan meningkatkan beban kognitif erat. Semakin banyak pengetahuan yang dapat digunakan secara otomatis dalam proses pembelajaran maka semakin minimum beban kognitif di memori kerja. Penyampaian materi yang sangat sulit dengan cara yang mudah dan menarik sehingga dapat diterima dan dipahami oleh siswa. Hal ini dapat membuat beban kognitif dalam suatu pembelajaran berkurang dan menurun dengan mengandalkan cara pengajaran yang kreatif dan tepat sasaran.
Berdasarkan permasalahan yang sudah diuraikan maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “ Pembelajaran Bebantuan Multimedia Berdasarkan Teori Beban Kognitif yang dapat Meningkatkan Pemahaman Siswa''
Untuk menghindari pemahaman yang berbeda terhadap istilah sehingga peneliti memberikan beberapa istilah sebagai berikut:
1. Multimedia adalah media yang digunakan dalam pembelajaran yaitu dengan microsoft powerpoint
2. Beban kognitif merupakan suatu beban mental (mental load) yang terkait dengan perbedaan tugas yang diminta dengan kemampuaan seseorang untuk menguasai tugas tersebut.
3. Teori beban kognitif (Cognitive load Theory) merupakan suatu teori yang menjelaskan fenomena yang dihasilkan oleh pembelajaran dengan memper-timbangkan kemampuan dan batasan rancangan kognitif manusia, teori ini menghubungkan desain karakteristik beban pembelajaran dengan prinsip pengolahan informasi.
4. Pembelajaran berbantuan multi mediaberdasarkan teori beban kognitif merupakan pembelajaran yang dapat mengelola beban kognitif intrinsic, merendahkan beban kognitif extraneous dan meningkatkan beban kognitif germany dengan langkah-langkah (a) menginformasikan
tujuan pembelajaran melalui powerpoint, (b) menyampaikan materi dengan powerpoint, (c) membentuk kelompok (4-5 anak), (d) memberikan tugas (KLS) yang dikerjakan secara
berkelompok, (e) memberikan kesempatan pada siswa untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya dan (f) membuat rangkuman tentang materi yang telah dipelajari.